Komisioner KPU Provinsi Kepri, Priyo Handoko. F.Istimewa

PRO PINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri akan melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) dengan menerapkan sistem sensus terhadap 1.393.439 orang yang masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) Provinsi Kepri untuk Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Proses pemutakhiran data ini, ditargetkan rampung sebulan.

“Sesuai dengan jadwal yang sudah ditetakan KPU, proses pemutakhiran data pemilih akan kita mulai pada 15 Juli 2020 nanti. Jika masuk dalam tahapan penyusunan data pemilihan, maka waktunya berakhir pada 6 Desember 2020, ”ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Priyo Handoko, Senin (13/7) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, proses coklit yang dilakukan nanti adalah untuk menelusuri kebenaran data pemilih. Lebih lanjut katanya, DP4 Provinsi Kepri yang diserahkan KPU RI pada 21 Februari 2020 lalu memang berjumlah 1.393.439 orang yang tersebar di tujuh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri.

Pria yang membidani Divisi Program dan Data, KPU Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, selain itu KPU RI juga sudah menurunkan data tambahan pada 18 Juni 2020 lalu terkait beberapa hal yang berkaitan dengan pemilihan nanti. Pertama adalah mengenai jumlah pemilih pemula tambahan sebanyak 5.951 orang.

“Mereka yang masuk dalam pemilih pemula tambahan adalah berusia 17 tahun sejak tanggal 24 September 2020 sampai dengan 9 Desember 2020 atau bertanggal lahir 24 September 2003 sampai dengan tanggal 9 Desember 2003, ”jelas Priyo.

Mantan Jurnalis Jawa Pos Group tersebut juga mengatakan, substansi yang kedua adalah jumlah warga yang berusia dibawah 17 tahun tetapi sudah kawin sebanyak 21 orang. Data tersebut terhitung sejak serah terima DP4 dari Dukcapil kepada KPU RI pada tanggal 23 Januari 2020 lalu.

“Yang ketiga adalah jumlah Pensiunan TNI/Polri di Provinsi Kepri sebanyak 13. Yakni, penduduk yang beralih status pekerjaan TNI/Polri terhitung sejak serah terima DP4 dari Dukcapil kepada KPU RI pada tanggal 23 Januari 2020 lalu. Sehingga masuk dalam daftar pemilih, ”jelasnya lagi.

Keempat adalah mengenai alih status TNI/Polri di Provinsi Kepri ada 143 orang. Penduduk yang beralih status dari sipil menjadi TNI/Polri terhitung sejak serah terima DP4 dari Dukcapil kepada KPU RI pada tanggal 23 Januari 2020 lalu. Ditegaskannya, data-data ini akan dicermati dan digunakan dalam penyusunan daftar pemilih.

Selanjutnya, KPU Provinsi Kepri akan melakukan koordinasi dan komunikasi lebih lanjut dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Kepri. Menurut Priyo, melihat DP4 yang diturunkan KPU RI, terjadi selisih dengan DPT Pemilu 17 April 2019 lalu yang ditetapkan sebanyak 1.229.424, selisih tersebut yang akan didata ulang.

Masih kata Priyo, untuk melakukan proses verifikasi di lapangan, data selesih tersebut akan didistribusikan ke kecamatan dan kelurahan. Karena basis yang digunakan adalah alamat sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

Pendataan yang dilakukan untuk memastikan apakah masih dialamat yang sama, meninggal atau menjadi TNI-Polri. Sehingga nanti bisa dipetakan, mana yang pindah memilih, masuk daftar pemilih, atau keluar dari daftar pemilih

“Proses pemutakhiran data ditingkat Kabupaten/Kota ditargetkan tuntas dalam waktu sebulan kedepan. Karena berdasarkan tahapan yang sudah ditetapkan KPU Pusat. Apabila proses verifikasi lapangan berjalan sesuai rencana, penetapaannya berdekatan dengan pendaftaran calon. Selain itu juga untuk menyesuaian dengan kebutuhan logistik Pilkada nantinya, ”tutup Priyo. (jpg)