Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Satreskrim Polres Tanjungpinang telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penggunaan gelar akademik palsu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengatakan setelah SPDP dikirim dan sesuai prosedur penyidikan, pihaknya segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. ”Dalam waktu 14 hari ke depan, sudah ada tersangka,” kata Rio, Rabu (29/7).

Terpisah, Kasipidum Kejari Tanjungpinang, Wawan Rusmawan membenarkan pihaknya telah menerima SPDP kasus dugaan penggunaan gelar palsu Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang. ”Benar. SPDP sudah di meja Kajari,” katanya singkat.

Sebelumnya diketahui, Dirut BUMD Tanjungpinang, Fahmi dilaporkan atas dugaan penggunaan gelar akademik palsu. Terlapor diduga menggunakan gelar palsu saat mengikuti seleksi jabatan Dirut BUMD. Pelapor telah menyerahkan bukti awal berupa fotokopi KTP, Surat Keputusan (SK) Dirut BUMD dan nota dinas terlapor.

Menurut data dan dokumen yang diperoleh pelapor, saat mengikuti seleksi jabatan Dirut, terlapor menggunakan ijazah Strata 1 (S1) Fakultas Sastra Inggris Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Selain itu, penelusuran di situs Dikti, nama terlapor tidak terdaftar sebagai mahasiswa.

Namun di Kartu Tanda Penduduk (KTP), nota dinas dan lain sebagainya, terlapor menggunakan gelar sarjana seni (S.Si). Dalam kasus ini, tersangka dapat dijerat Pasal 68 ayat 4 Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.(*/yus/jpg)