Perparkiran menjadi salah satu PAD, tampak seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan di Jalan Merdeka, Jum’at. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos.

PRO PINANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang ajukan penambahan fasilitas pendukung parkir pada APBD Perubahan. Usulan ini untuk mendorong peningkatan pendapatan retribusi parkir.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu lintas Jalan, Dishub Tanjungpinang, Teguh Santoso mengatakan retribusi parkir berarti memberikan jasa atas fasilitas yang disediakan. Yang menjadi kendala saat ini kurangnya rambu atau marka parkir dan fasilitas pendukung lainnya.

”Jika di APBD perubahan ini direalisasikan saya yakin PAD (Pendapatan Asli Daerah) retribusi parkir bisa meningkat lagi,” kata Teguh, Selasa (15/9).

Jika tahun ini terkendala akibat Covid-19 maka 2021 nanti akan kembali diajukan untuk penambahan sarana dan prasarana parkir tersebut.

Teguh menyebutkan kebutuhan itu sudah sejak lama tapi karena keterbatasan anggaran tidak terealisasi. ”Dengan anggaran tidak sampai Rp 100 juta mungkin rambu dan marka parkir ini bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Teguh mengatakan, seharusnya semua titik parkir sudah terpasang rambu dan marka namun saat ini tidak semua terpasang. ”Walaupun kurang fasilitas kita tetap pungut retribusi,” ucapnya.

Saat ini seperti dibeberapa kedai kopi sedang dilakukan pendekatan dengan pemiliknya warung untuk dilakukan pemungutan parkir, namun bagi pemilik kedai kopi yang tidak ingin memberatkan pengunjung lebih memilik pajak parkir.

Selain itu, untuk mendorong pendapatan retribusi parkir tahun 2021, kata Teguh pihaknya akan kembali menambah titik parkir sekitar 20 titik dengan catatan harus didukung sarana dan prasarana, termasuk penambahan juru parkir (jukir).

”Kalau sekadar meletakan juru parkir itu tidak efisien juga,” sebutnya.

Teguh mengakui banyak jukir yang masih bandel terkait setoran dan karcis parkir yang tidak diserahkan kepada pemilik kendaraan, namun pihaknya langsung menegur dan mengancam untuk diberhentikan.

”Kita beri teguran lisan dan tertulis dulu, jika masih bandel kita berhentikan dan rekrut lagi yang baru karena banyak masyarakat yang bersedia, perekrutannya juga kami langsung yang lakukan, tidak sulit,” tegasnya.

Walaupun saat ini sudah ada 170 titik parkir, namun yang aktif tidak sampai karena pandemi covid-19 terdapat beberapa titik yang tidak dijaga oleh jukir.

Namun untuk titik yang ramai salah satunya di Pasar Baru, Jalan Merdeka, Jalan Pasar Ikan, Kedai Kopi Batu 10 dan beberapa titik lainnya di sekitar daerah perkotaan. (*/raw/jpg)