Ilustrasi

PRO PINANG  – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat perkembangan nilai ekspor Provinsi Kepri pada Agustus 2020 mencapai US$ 1.016,37 juta atau naik sebesar 0,63 persen dibanding bulan sebelumnya.

Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo menjelaskan ekspor migas pada Agustus 2020 mencapai US$ 198,13 juta atau naik sebesar 5,19 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan ekspor nonmigas pada bulan yang sama mengalami penurunan sebesar 0,42 persen dibanding bulan sebelumnya dengan nilai US$ 818,25 juta.

”Ekspor nonmigas terbesar selama Januari hingga Agustus berasal golongan barang mesin peralatan listrik yang mencapai US$ 2.428,71 juta dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 38,86 persen,” kata Agus, Rabu (16/9).

Dijelaskan Agus total ekspor secara kumulatif dari Januari hingga Agustus 2020 di Kepri mencapai US$ 7.722,65 juta, jika dibanding dengan periode yang sama pada 2019 malah mengalami penurunan dari US$ 8.449,60 juta menjadi US$ 7.722,65 juta.

”Dibanding tahun sebelumnya malah turun sebesar 8,60 persen,” ujarnya.

Dari segi negara tujuan ekspor, yang menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar adalah Singapura dengan nilai mencapai US$ 2.008,29 juta dengan peranannya sekitar 32,14 persen selama Januari hingga Agustus 2020, termasuk ekspor migas terbesar juga ke Singapura dengan nilai mencapai US$1.225,27 juta dengan peranannya sebesar 83,16 persen.

”Disusul negara kedua Malaysia dengan nilai ekspor mencapai US$ 157,22 juta dengan peranan sebesar 10,67 persen, selanjutnya Thailand, Australia, dan Philipina,” paparnya.

Aktivitas ekspor pada periode Januari-Agustus 2020 terbesar melalui Pelabuhan Batuampar, Batam mencapai US$ 3.564,39 juta, diikuti Pelabuhan Sekupang, Batam dengan nilai US$ 1.137,38 juta, Pelabuhan Kabil, Batam dengan nilai US$ 854,69 juta, Pelabuhan Tarempa, Anambas sebesar US$7 12,35 juta dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sebesar US$ 623,18 juta.(*/raw/jpg)