Gedung PN Tanjungpinang di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Terdakwa kasus narkoba, Ardiansyah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (1/10). Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa pidana 14 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, Hakim Ketua, Edwart Sihaloho menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah melawan hukum. Terdakwa tidak terbukti melanggar Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

”Membebaskan terdakwa dan segera dibebaskan setelah putusan ini dibacakan,” kata hakim.

Sesuai fakta persidangan, majelis hakim berpendapat terdakwa hanya dimintai pertolongan oleh Aceng yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk menerima paket kiriman berisi sabu.

Terdakwa tidak mengetahui isi paket dan tidak menanyakan isinya. Sedangkan Aceng enggan memberi tahu terdakwa isi paket tersebut serta terdakwa tidak mendapat upah dan imbalan saat menerima paket tersebut.

”Terdakwa mengenal Aceng sudah 13 tahun. Aceng sering memperbaiki mobilnya di bengkel milik terdakwa,” terang Eduart.

Hakim mengungkapkan tidak terdapat alat bukti yang cukup, yang membuktikan terdakwa melawan hukum menerima sabu tersebut. Hakim berkeyakinan terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana yang didakwakan JPU. (*/odi/jpg)