Proyek Gurindam 12 (G12) Tepi Laut Tanjungpinang pada angka 76,254 persen. F.Dokumen PUPP Provinsi Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pembangunan infrastruktur strategis Pemprov Kepri, yakni Penataan Kawasan Gurindam 12 (G12) batal selesai pada tahun 2020 ini. Dan pada tahun 2021 mendatang, mega proyek tersebut terancam mangkrak. Hal itu disebabkan kondisi keuangan Pemprov Kepri yang sedang tidak memungkinkan bagi penuntaskan pembangunan.

“Atas kebijakan refocusing pembangunan G12 juga terkena imbasnya. Adapun jumlahnya tembus pada angka Rp 60 miliar dari nilai kontrak yang sudah ditetapkan,” ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) G12, Handoko, Minggu (4/10) di Tanjungpinang.

Kepala Seksi (Kasi) Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertahanan (PUPP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan secara keseluruhan guna penuntasan G12 tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 150 miliar lagi.

Ini disebabkan masih ada beberapa pekerjaan besar yang tersisa, karena batal dilakukan pada tahun 2020 ini. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah pembangunan landscape, tunjuk langit, dan sisa jalan beton dari zona 2B ke Jembatan G12, dan dari Lantamal ke Jembatan G12 sepanjang 400 meter.

“Makanya secara keseluruhan masih memerlukan anggaran cukup besar. Namun karena kondisi keuangan yang kurang baik, besar kemungkinan tahun depan belum dilanjutkan penyelesaiannya,” tegasnya.

Lebih lanjut katanya, pekerjaan yang sudah tuntas sempurna sejauh ini adalah di zona 1A yang sudah dpergunakan sebagai lokasi hajatan MTQ Provinsi Kepri VIII beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk zona 1B, 2A, dan 2B masih belum. Meskipun tidak semua kegiatan mayor project dapat dilaksanakan, namun akses sudah terbuka.

“Sekarang proses penimbunan causeway dari Lantamal ke Jembatan G12. Selain itu adalah dari zona 2B ke Jembatan G12. Artinya akses sudah terbuka, meskipun belum dibeton,” jelas Handoko.

Masih kata Handoko, memang saat ini masih belum ada keputusan, apakah dilanjutkan atau tidaknya. Karena masih dalam tahap diskusi atau pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri.

Menurut Handoko, kegiatan-kegiatan yang sudah ada kejelasan untuk dilaksanakan pada 2021 mendatang adalah kelanjutan perbaikan Jembatan II Dompak sebesar Rp 5 miliar.

“Selain itu adalah perawatan berkala Jembatan I dan Jembatan III sebesar Rp 2 miliar. Sehingga secara keseluruhan untuk perbaikan berkala Jembatan sebesar Rp 7 miliar,” tutup Handoko.

Seperti diketahui proyek G12 yang merupakan kegiatan tahun jamak Pemprov Kepri dengan pagu anggaran senilai Rp 514 miliar tersebut sudah dimulai sejak tahun anggaran 2018 lalu oleh PT. Guna Karya Nusantara selaku kontraktor.

Kemudian kegiatan yang dirancang untuk mempercantik wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang. Proyek strategis tersebut adalah bagian dari jalan lingkar yang akan menghubungkan sampai ke Kabupaten Bintan.(*/jpg)