Tanpa teman sekelas, Firman Saputra belajar sendiri di SD Negeri 06 Tanjungpinang Timur, Senin (27/7).
(Foto:Yusnadi/Batampos)

PRO PINANG – Hari pertama dibuka belajar tatap muka tingkat SD dan SMP di Tanjungpinang diberlakukan Senin (12/10). Sistem yang diterapkan yakni belajar tiga hari dalam satu pekan dan dilakukan pengurangan jam pelajaran.

Sebelumnya siswa belajar secara daring dari rumah sejak Maret 2020 lalu. Dibukanya belajar tatap muka setelah Tanjungpinang berada pada status zona kuning pandemi Covid-19.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan siswa belajar tatap muka hanya tiga hari sepekan. Ini dikarenakan satu kelasnya dibagi menjadi dua sesi.

”Misalnya sesi A belajar Senin, Rabu dan Jumat dan sesi B belajar hari Selasa Kamis dan Sabtu, tidak sekaligus,” kata Rahma, Senin (12/10).

Rahma mengingatkan pihak sekolah, orang tua dan siswa harus senantiasa menjaga dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Menurutnya, belajar tatap muka itu tidak diwajibkan kepada siswa dan sebelumnya juga sudah diberikan surat persetujuan kepada orang tua yang mengizinkan anaknya belajar di sekolah. ”Alhamdulillah sudah 90 persen siswa di Tanjungpinang kembali belajar ke sekolah,” ujar Rahma.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Atmadinata mengatakan untuk jam belajar siswa juga dikurangi, untuk kelas satu, dua, dan tiga hanya 20 menit per mata pelajaran. Kelas empat, lima, dan enam selama 25 menit per mata pelajaran, sedangkan SMP 30 menit per mata pelajaran.

”Jam belajar siswa di sekolah memang dikurangi dari jam normalnya,” kata Atma.

Dijelaskan Atma siswa yang 100 persen kembali ke sekolah belajar tatap muka yaitu SD dan SMP yang berada di Penyengat, sekolah yang lainnya sekitar 97 persen sedangkan persentase yang lebih sedikit yaitu SMP yang terletak di Madong.

”Walaupun agak sedikit itu tidak masalah karena belajar tatap muka ini tidak diwajibkan,” papar Atma.

Dalam pantauannya, siswa dan guru yang kembali ke sekolah terlihat senang karena sudah bosan belajar dari rumah selama enam bulan, terlebih saat saat belajar daring juga banyak kendala yang ditemukan.

”Seperti orang tua yang harus bekerja sementara harus membimbing anaknya belajar di rumah,”sebutnya.

Meski sekolah sudah dibuka kembali yang sangat penting diperhatikan adalah kesehatan siswa dan gurunya harus senantiasa terjaga, seperti siswa saat makan juga di dalam kelas, tidak diperkenankan meminjam alat makan teman satu kelas.(*raw/jpg)