Komisioner Bidang Data KPU Tanjungpianang, Muhammad Hafidz Prayoga. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tanjungpinang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 sebanyak 149.354 pemilih.

Komisioner Bidang Data, KPU Tanjungpinang, Muhammad Hafidz Diwa Prayoga mengatakan terdapat selisih 180 pemilih dari Daftar Pemilih Sementara (DPS). Pada penetapan itu terdapat pemilih baru sebanyak 947 pemilih diantaranya terdapat pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 767 pemilih.

Terdapat 180 perbandingan karena KPU menghapus pemilih dari Tanjungpinang yang berada di Lapas Bintan. ”Pemilih Tanjungpinang menjalani masa tahanan di Bintan kami hapus menjadi pemilih di Bintan,” kata Yoga, Kamis (15/10).

Kemudian terdapat pemilih pada tiga kecamatan di Tanjungpinang dipindahkan ke Tanjungpinang Barat karena sedang menjalani masa tahanan ditambah pemilih yang sudah meninggal dunia dan pemilih yang pindah. ”Setelah penetapan DPT ini, selanjutnya kami melakukan pengadaan logistik surat suara,” ujarnya.

Jika dibandingkan DPT 2019 dengan DPT 2020 terjadi penurunan sebanyak 1.718 pemilih, penurunan itu ditemukan dari proses pencocokan dan penelitian (Coklit). Setelah dilakukan verifikasi secara faktual ditemukan pemilih yang tidak lagi berada di Tanjungpinang, sehingga datanya dihapus.

”Tidak ada lagi perbaikan data, kita sudah final di DPT karena waktunya sangat singkat, jika data pemilih terus ada perbaikan, kita akan terhambat pengadaan logis tiknya,” tegasnya.

Dijelaskan Yoga, setelah pleno tingkat kecamatan selesai, pihaknya menerima PKPU terbaru nomor 17 tahun 2020 perubahan kedua dari PKPU nomor 2 tahun 2017 pasal 33 A yang mengatur tentang pemilihan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Rutan).

”Sehingga kami harus menambah satu TPS di Kelurahan Tanjungpinang Barat yang tempatkan di Rutan,”paparnya.

Sesuai ketentuan, apabila di Rutan ada 30 pemilih maka harus dibangun satu TPS, sementara di Rutan Tanjungpinang terdapat 173 pemilih.

”Kemudian KPU juga menghapus pemilih yang berada di Rutan Batam karena sudah menjadi pemilih di Batam termasuk yang berada di Lapas Bintan,” kata Yoga. (*/raw/jpg)