Salah satu pedagang cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Senin (15/7). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Pedagang makanan dan ibu rumah tangga di Tanjungpinang mengeluhkan harga cabai merah yang melonjak naik hingga 60 ribu per Kg. Tidak hanya cabai merah sejumlah kebutuhan dapur lainnya juga mengalami kenaikan lebih 100 persen.

Pedagang makanan di Jalan Ahmad Yani, Eni Nuraini mengatakan beberapa hari ini ia membeli cabai pada warung sayur rumahan dengan harga Rp 60 ribu per Kg, padahal hari biasa hanya Rp 32 ribu per Kg.

”Biasanya beli seperempat itu Rp 8 ribu sekarang sudah Rp 15 ribu,” kata Eni, Kamis (15/10).

Tidak hanya cabai merah, bawang birma juga mulai mengalami kenaikan yang biasanya Rp 18 ribu per Kg saat ini di membeli Rp 22 ribu, kemudian daging ayam yang biasanya Rp 37 ribu sekarang Rp 39 ribu per Kg. ”Banyak yang naik sekarang, pusing deh pokoknya,” keluhnya.

Selain itu harga jeruk nipis yang biasa digunakan untuk berjualan soto, juga mengalami kenaikan. Pekan lalu ia membeli masih Rp 10 ribu per Kg, saat ini naik mencapai Rp 25 ribu per Kg.

”Naiknya tidak tanggung-tanggung lebih 100 persen, kami tidak tau kenapa bisa jadi mahal,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang pedagang pedagang cabai dan sayur di Pasar Bintan Center, Leni, 35, mengakui terjadi kenaikan harga cabai merah, saat ini rata-rata pedagang menjual Rp 50 ribu per Kg, sebelumnya berkisaran Rp 32 ribu per Kg.

”Kalau di pasar Rp 50 rata-rata kalau beli di pedagang rumahan bisa saja sampai Rp 60 ribu,” kata Leni.

Leni menuturkan kenaikan harga cabai karena stok dari pemasok di Yogyakarta juga sedikit, akhirnya harga menjadi naik. Kemudian untuk jeruk nipis atau jeruk sambal yang biasa digunakan untuk soto memang naik karena ketersediaan sedikit. ”Jeruk sambal memang naik, karena sedang tidak musim, barangnya sedikit,” tuturnya.(*/raw/jpg)