Penjabat sementara Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin saat meninjau RSUD Engku Haji Daud Tanjungpinang terkait rencana dibukanya perbatasan Indonesia-Singapura, Sabtu (18/10). (foto:humaspemprov)

batampos.co.id – Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepri bersiap menyambut mulai dibukanya perbatasan Indonesia dan Singapura. Walaupun masih terbatas, ke depan, sektor pariwisata pasti akan dibuka. Tentu dengan kebiasaan baru dan kesiapsiagaan sektor kesehatan, seperti RSUD Engku Haji Daud (EHD).

”Ke depan, segala fasilitas harus siap. Begitu juga dengan tenaga kesehatan harus ada, sebagai antisipasi akan dibukanya wisata di Lagoi. Pemprov selalu mendukung dan mendorong ekonomi cepat pulih namun kesehatan tetap terjamin,” kata Bahtiar saat meninjau RSUD EHD di Tanjunguban, Bintan Sabtu (17/10) petang.

Dalam peninjauan itu, Bahtiar didampingi Kepala Bakesbang Lamidi, Kadis Kesehatan M Bisri, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Tjetjep Yudiana, Direktur RSUD Kurniakin WS Girsang dan Kabiro Umum Martin Maromon.

Dalam peninjauan, Pjs Gubernur melihat loket pendaftaran BPJS dan non BPJS. Rumah Sakit tipe C yang dimiliki oleh Provinsi Kepri itu diapit oleh dua kawasan besar seperti Industri Lobam dan Kawasan Pariwisata Lagoi.

”Di masa pandemi ini kita harus siap seperti perang, baik dokter dan perawat beserta alat-alat kesehatan harus memadai,” ujar Bahtiar.

RSUD EHD selama ini juga ikut menangani beberapa kasus Covid-19. Bantuan peralatan penanganan Covid-19 seperti PCR juga diterima RS ini dari perusahaan ESCO, berupa PCR alat pengambilan swab.

Dirinya mengingatkan para dokter agar taat terhadap 3 M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Begitu juga tenaga kesehatan yang lainnya agar menggalak 3T (testing, tracking, dan treatment) jangan sampai orang kesehatan yang lalai sebagai pemutus mata rantai Covid-19.

”Agar kesiapan penanganan Covid-19 ketika beradaptasi kehidupan yang baru terpenuhi, akan dibukanya wisata Lagoi memerlukan pelayanan terdekat,” tambahnya.

Karyawan RSUD EHD berjumlah 180 orang. Diantaranya 18 dokter spesialis, 11 dokter umum dan 2 orang dokter gigi.

Mantan Kapuspen Kemendagri ini melanjutkan peninjauannya ke fasilitas RSUD EHD lainnya, termasuk genset yang baru akan dipasang dari kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dalam kesempatan itu juga, Pjs Gubernur meninjau kawasan PT Bintan Industrial Estate diLobam Bintan, dengan luas lahan 4.000 hektare.

Perusahaan ESCO menjadi tempat peninjauan pertama. Perusahaan ESCO sendiri adalah perusahaan yang bergerak memproduk pembuatan tabung bayi (inkubator) dan pembuatan reaksi berantai polimerase yang biasa disebut PCR.(*/uma)