Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Selama dua hari ini, pasien Covid-19 di Tanjungpinang kembali bertambah sebanyak 20 orang, dua diantaranya meninggal dunia. Penambahan 20 kasus itu berdasarkan hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) , sehingga total kasus Covid-19 di Tanjungpinang bertambah menjadi 365 orang.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menjelaskan, Rabu (21/10) kemarin terdapat penambaahan lima kasus baru yaitu kasus 346, SN, 65 tahun tinggal di Melayu Kota Piring (MKP), diumumkan meninggal dunia, kasus 347, NH, 87 tahun yang tinggal di Kelurahan Tanjungpinang Kota dan sudah diumumkan meninggal dunia.

Kasus 348, AA, 46 tahun, tinggal di Batu IX, sebelumnya memiliki gejala dan riwayat perjalanan ke luat kota, kasus 349, HF, 27 tahun yang tinggal di Dompak Bukit Bestari, kasus 350, HTz 54 tahun.

”Lima kasus baru yang terdiri atas dua laki-laki dan tiga perempuan,” kata Rahma, Kamis (22/10).

Kemudian pada Kamis (22/10), Rahma menyampaikan terdapat 15 kasus yang terdiri atas sembilan laki-laki dan enam perempuan, yaitu kasus 351, SM, 61 tahun, kasus 352, FA, 28 tahun dan kasus 353, IK, 49 tahun keduanya tinggal di Kampung Bulan dan kontak erat dengan kasus 347.

”Kasus 354, DS, 37 berdomisili di Sei Jang, sempat kontak erat dengan kasus 333, kasus 355, Su, 37 tahun juga tinggal Sei Jang,” ujarnya.

Selanjutnya kasus 356, SS, 55 tahun juga kontak erat dengan kasus 347, kasus 357, JA, 39 tahun dan kasus 358, AL, 24 tahun, kasus 359, AA, 26 tahun, kasus 360, SA, 26 tahun, kasus 361, GR, 29 tahun, kasus 362 m, Am, 26 tahun, kasus 363, AP, 34 tahun, kasus 364, SE, 30 tahun dan kasus 365, AR, 36 tahun.

”Delapan kasus ini terpapar dari satu pasien yaitu kasus 334 dan diisolasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang,” ungkapnya.

Saat ini Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang sedang melakukan penelurusan pada orang yang kontak erat dengan pasien.

”Jika memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab dengan petode PCR,” tambahnya.(*/raw/jpg)