RSUD Raja Ahmad Tabib – Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Moch Bisri mengatakan lokasi penampungan bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang dan Rumah Singgah RSUD RAT Tanjungpinang sudah penuh. Pihaknya sudah menggunakan Gedung LPMP, Bintan.

“Bersama dengan kru KM Sabuk Nusantara 83, besok (hari ini, red) ada 52 orang yang akan dibawa ke LPMP Provinsi Kepri di Bintan,” ujar Moch Bisri, Minggu (25/10) di Tanjungpinang.

Menurut Bisri, tim gugus tugas tengah melakukan tracking terhadap pasien-pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Maka dari itu, pihaknya sudah membuka pelayanan khusus untuk melakukan pengecekan tersebut di area RSUD RAT Tanjungpinang.

Dijelaskannya, ada beberapa persoalan yang menyebabkan naiknya jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Kepri. “Masalah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan tentunya menjadi persoalan utama. Ini yang harus ditanamkan oleh kita semua, betapa pentingnya memprioritaskan itu,” jelas Bisri.

Sementara 22 anak buah kapal (ABK) KM Sabuk Nusantara 83 yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 berdasarkan hasil swab yang dilakukan pada Kamis (22/10) lalu di Kota Tanjungpinang.

Setelah dinyatakan positif seluruh ABK itu untuk sementara waktu dikarantina di Kapal Sabuk Nusantara yang saat ini sandar di Pelabuhan Tanjung Mocco Dompak.

Awalnya, ke -22 ABK itu akan dibawa ke RSKI Galang, namun rumah sakit itu saat ini dalam kondisi penuh, sehingga diputuskan ke 22 ABK tersebut akan dikarantina di LPMP Kabupaten Bintan. Sejauh ini imbuhnya, kondisi kesehatan ke-22 ABK tersebut dalam keadaan stabil.

Lebih lanjut ia menyampaikan, rencananya Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, juga akan melakukan tracking terhadap 80 penumpang yang ikut dalam kapal tersebut.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang menjadi penumpang kapal tersebut, apabila merasa pernah melakukan kontak erat dengan ABK dan memiliki gejala demam untuk datang ke Dinkes Kota Tanjungpinang guna dilakukan pemeriksaan.

“Harus ada kesadaran, karena bisa saja proses tracking tidak sampai pada orang-orang kontak. Maka itu, kita harapkan kerja sama semua penumpang untuk mencegah penyebaran menjadi lebih masif,” tutupnya.

Seperti diketahui, KM Sabuk Nusantara 83 itu sendiri memiliki rute pelaayaran ke Kuala Maras/Letung-Tarempa-Midai-Sedanau-Pulau Laut-Ranai-Subi-Serasan-Sintete-Tambelan-Tanjungpinang.(*/jpg)