Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Angka positif Covid-19 di Tanjungpinang selama beberapa hari belakang kembali mengalami peningkatan cukup signifikan, pada Jumat (23/10) Sabtu (24/10) terdapat penambahan 38 kasus baru.

Penambahan itu berasal dari warga Tanjungpinang, Anak Buah Kapal (ABK) dan Kru Sabuk Nusantara 38, sehingga total kasus saat ini mencapai 403 kasus.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menyampaikan pada Jumat (23/10) kemarin terdapat penambahan 16 kasus baru, sembilan diantaranya merupakan ABK.

Penambahan itu adalah kasus 366, DP 26 tahun yang kontak erat dengan kasus 325, Kasus 367, SD, 32 tahun sebelumnya melakukan perjalanan ke daerah terjangkit, kasus 368, FN. Anak usia 4 tahun dan kontak erat dengan kasus 367.

Kasus 369, FN, anak usia 2 tahun yang kontak erat dengan kasus 367, kasus 370, Ce, 28 tahun yang kontak erat dengan kasus 347, kasus 371, Dj, 52 tahun, kasus 372, Is, 57 tahun, kasus 373, RP, 45 tahun, kasus 374, AC, 27 tahun, kasus 375, DP, 23 tahun.

”Lima pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat, saat ini menjalani isolasi mandiri,”kata Rahma, Sabtu (24/10) kemarin.

Kemudian kasus 376, He, 46 tahun dan kasus 377, SW, 36 tahun, kasus 378, HM, 43 tahun, kasus 379, Sa, 63 tahun, kasus 380, Fa, 53 tahun dan kasus 381, Ir, 42 tahun.

”Enam pasien itu terpapar usai kontak erat dengan satu pasien kasus 331,” ujarnya.

Kemudian pada Sabtu (24/10) terdapat penbahan 22 kasus baru, 12 diantaranya merupakan Kru Kapal Sabuk Nusantara 83, penambahan kasus itu 16 diantaranya laki-laki dan enam perempuan.

Kasus 382, AY, 33 tahun dan kasus 383, HM, 62 tahun, kasus 384, Bu, 69 tahun, kasus 385, Mu, 63 tahun, kasus 386, At, 54 tahun, kasus 387, IJ, 16 tahun, kasus 388, AS, 40 tahun dan kasus 389, EF, 29 tahun.

”Delapan pasien tersebut tidak memiliki gejala klinis dan tidak memiliki riwayat kontak serta perjalanan ke daerah terjangkit saat ini diisolasi mandiri,” paparnya.

Pasien selanjutnya kasus 390, LF, 38 tahun, kasus 391, DA anak usia lima tahun, kasus 392, FA, anak usia sembilan tahun, ketiga pasien tersebut kontak erat dengan kasus 333.

Kasus 393, LA,14 tahun, kasus 394, MA, 45 tahun, kasus 395, RD, 24 tahun, kasus 396, AP, 26 tahun, kasus 397, Ya, 30 tahun, kasus 398, RK, 23 tahun, kasus 399, RR, 25 tahun, kasus 400, RK, 26 tahun, kasus 401, SB, 50 tahun, kasus 402, MH, 25 tahun dan kasus 403,CU, 27 tahun.

”10 pasien tersebut tidak bergejala dan tidak memiliki riwayat perjalanan daerah terjangkit saat ini menjalani isolasi mandiri,” ungkap Rahma.

Rahma mengimbau masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi. ”Senantiasa memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin,” ujarnya.(*/raw/jpg)