Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulaian Riau (Kepri), Sriwati. F.Istimewa

PRO PINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri sedang dikepung pandemi Covid-19. Ini setelah tiga komisioner dan satu staf dikonfirmasi positif terpapar virus tersebut.

Ketua KPU Provinsi Kepri, Sriwati mengatakan tanggung jawab pihaknya sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) masih berjalan sampai sejauh ini.

“Memang benar ada tiga komisioner KPU Kepri yang positif beserta satu staf. Namun kami masih terus bekerja sebagaimana tahapan yang sudah ditentukan,” ujar Sriwati menjawab pertanyaan media, Rabu (4/11) di Tanjungpinang.

Menyikapi situasi yang terjadi sekarang ini, ia sebagai Ketua KPU Kepri sudah mengirimkan surat ke KPU Pusat. Pengiriman surat ini terkait tiga komisioner dan satu orang staf KPU Kepri yang dinyatakan positif Covid-19.

Menurutnya, KPU Provinsi Kepri masih menunggu arahan dan petunjuk dari KPU Pusat. “Tidak akan menganggu secara tahapan, karena saya juga akan menyampaikan itu kepada pimpinan KPU di pusat. Sudah ada di PKPU yang mengatur ketika terjadi hal-hal seperti yang dialami KPU Kepri saat ini, ” tegasnya.

Dijelaskannya, aturan itu mempedomani PKPU nomor 6 tahun 2020 perubahan nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan atau wali kota dan wakil wali kota serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam corona virus 2019 sesuai dengan pasal 91 dan 92.

Dalam pasal 92 disebutkan jika terdapat anggota KPU provinsi, kabupaten/kota, PPK atau PPS yang sedang menjalani rawat inap, isolasi mandiri dan atau positif terinfeksi corona virus atau Covid-19 yang mengakibatkan tidak memenuhi kuorum, pelaksanaan tugas diambil alih oleh PPK untuk PPS, KPU kabupaten/kota untuk PPK, KPU provinsi untuk KPU kabupaten/kota dan KPU Pusat untuk KPU Provinsi.

“Kami berharap tentunya, rekan-rekan kami yang terpapar segera sembuh, sehingga kembali bertugas dalam menyelesaikan tanggung jawab, yakni pilkada gubernur dan wakil gubernur Kepri,” tutup Sriwati.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin mengatakan meskipun sejumlah komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri terpapar Covid-19. Menurutnya, situasi dan kondisi di lembaga penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) tersebut masih terkendali.

“Kami sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Ketua KPU Provinsi Kepri. Memang benar ada tiga komisioner yang terpapar, namun situasi masih bisa dikendalikan. Sehingga proses Pilkada terus berjalan,” ujar Bahtiar Baharuddin, Selasa (4/11) malam di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menegaskan, dalam kunjungan kerja ke Kantor KPU Provinsi Kepri beberapa waktu lalu, ia juga sudah memberikan saran dan masukan kepada KPU Provinsi Kepri dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini. Dijelaskannya, semua orang besar kemungkinan terpapar Covid-19. Karena ada yang bergejala dan tidak bergejala.

“Kita doakan mereka (komisioner KPU, red) yang terpaparsekarang ini segera sembuh. Sehingga bisa kembali bekerja untuk melanjutkan tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Moch Bisri mengatakan, daftar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri yang dinyatakan reaktif Covid-19 terus bertambah. Setelah Priyo Handoko, giliran Arison dan Parlin Sihombing yang dikonfirmasi positif terpapar virus. Ketiga komisioner tersebut baru pulang dari zona merah belum lama ini.

“Selain tiga komisioner, dari hasil tracking juga ada satu staf KPU Provinsi Kepri yang ikut terpapar,” ujar Moch Bisri.(*/jpg)