Progres fisik proyek Gurindam 12 (G12) Tepi Laut Tanjungpinang sudah pada angka 76,254 persen. F.Dokumen PUPP Provinsi Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan lewat APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2021 mendatang, Pemerintah Provinsi Kepri memploting anggaran sebesar Rp 30 miliar bagi kelanjutan pembangunan proyek strategis G12.

“Memang kontrak kerja proyek tahun jamak tersebut (G12) tuntas pada tahun ini. Namun setelah mendengarkan penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP), ada beberapa pekerjaan yang masih perlu dilanjutkan,” ujar Sekda Arif di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Senin (9/11) lalu.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri tersebut menjelaskan, item pekerjaan yang akan dilanjutkan di tahun depan adalah fokus pada penuntasan jalan beton.

Sedangkan yang lain dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Apalagi G12 tersebut untuk menata wajah ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

“Konsentrasi kita di 2021 bukan hanya pada bidang infrastruktur saja. Namun pada pencegahan Covid-19 menjadi prioritas utama. Konsekuensinya memang berpengaruh pada rencana pembangunan infrastruktur daerah,” jelas Arif.

Seperti diketahui, bagi penuntasan G12 tersebut, Dinas PUPP Provinsi Kepri masih memerlukan anggaran sekitar Rp 150 miliar. Karena masih ada beberapa pekerjaan besar tersisa disebabkan terjadinya adendum kontrak antara Pemprov Kepri dengan kontraktor.

Anggaran sebesar Rp 150 miliar tersebut peruntukannya bagi pembangunan landscape, tunjuk langit, sisa jalan beton yang dari zona 2B ke Jembatan G12, dan dari Lantamal ke Jembatan G12 sepanjang 400 meter.

Proyek G12 yang merupakan kegiatan tahun jamak Pemprov Kepri dengan Pagu Anggaran senilai Rp 514 miliar tersebut sudah dimulai sejak tahun anggaran 2018 lalu oleh PT. Guna Karya Nusantara selaku kontraktor.

Pembangunan strategis tersebut dirancang untuk mempercantik wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang. Proyek strategis tersebut adalah bagian dari jalan lingkar yang akan menghubungkan sampai ke Kabupaten Bintan.(*/jpg)