Komisioner KPU Kota Tanjungpinang, Yusuf Mahidin. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat Kecamatan Bukit Bestari memberikan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memantapkan pemahaman yang menjadi larangan untuk menjaga netralitas.

Sosialisasi itu diberikan kepada perwakilan ASN yang ada pada lima kelurahan di Bukit Bestari. Ketua Panwaslu Kecamatan Bukit Bestari, Ar Rahman mengatakan ASN sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia (WNI) juga mempunyai hak untuk memilih, namun ASN dilarang menunjukkan preferensi pilihan politiknya dihadapan publik.

Sebagai konsekuensi dari asas netralitas dalam penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN, sesuai undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN serta netralitas dan larangan keterlibatan ASN juga diatur dalam undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota.

”Terkait sanksi merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS dan yang terbaru diatur dalam keputusan bersama 5 kementerian atau lembaga,” kata Rahman, di Hotel Bintan Plaza, Sabtu (14/11) kemarin.

Disampaikan Rahman, melalui kegiatan itu menjadi sarana edukasi politik bagi masyarakat pemilih, guna memenuhi seluruh kebutuhan dan informasi terkait demokrasi, Pemilu dan pengawasan Pemilu sekaligus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.

”Sosialisasi pengawasan partisipatif terhadap netralitas ASN ini merupakan bagian dari upaya pencegahan untuk mendorong netralitas ASN itu sendiri,” ujarnya.

Ia berharap usai kegiatan itu tentunya ASN tidak melakukan kegiatan yang dilarang berdasarkan aturan dan ketentuan yang ada. Tetap menjaga netralitasnya serta bijak dalam menggunakan sosial media menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri 2020.

”Ada hukuman disiplin dari ringan sedang hingga berat menanti jika melanggar netralitas,” tambahnya.

Dalam kegiatan itu juga tetap diterapkan protokol kesehatan dengan memberi jarak setiap peserta, menggunakan masker dan mencuci tangan menggunakan sabun.

Sementara itu, Komisioner KPU Tanjungpinang, Yusuf Mahidin mengatakan selama ini yang sering lupa oleh ASN terkait netralitasnya adalah sikap primordialis terhadap salah satu calon, bisa saja berasal dari satu daerah yang sama dengan pasangan calon (Paslon) atau pernah dibantu sehingga ada keinginan balas budi.

”Ini yang sering terlupakan oleh ASN, sikap primordialis, mungkin mereka pernah dibantu atau Paslon tersebut merupakan atasannya pada suatu instansi,” papar Yusuf.

Sosialisasi itu bertujuan agar ASN tetap fokus dan profesional dalam bekerja, sebab jika sudah terlibat tidak akan fokus pada pekerjaan yang diamanahkan.(*/raw/jpg)