Kepala Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Samsutarmidi. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang menginformasikan bahwa saat ini untuk warga Tanjungpinang sudah bisa melaksanakan ibadah umrah ke Arab Saudi. Kepala kantor Kemenag Kota Tanjungpinang, Samsutarmidi mengatakan di Tanjungpinang tergantung agen travel yang biasa memberangkat jemaah umrah.

”Sekarang sudah bisa, tapi tergantung travelnya yang memberangkatkan,” kata Samsutarmidi, kepada Batam Pos, Senin (16/11).

Dijelaskan Samsutarmidi, karena pelaksanaan ibadah umrah dilakukan di tengah pandemi Covid-19, tentu ada syarat tertentu yang harus diikuti yaitu maksimal usia jemaah 50 tahun. ”Ada kenaikan harga dan juga batasan usia,” ujarnya.

Sementara itu, Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Tanjungpinang, Nariyo mengatakan berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 719 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan perjalanan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19 ada aturan dan proses pemberangkatan berlaku sama se-Indonesia.

”Travel-travel di daerah sudah bisa melaksanakan umrah,” katanya.

Sedangkan untuk di Tanjungpinang hingga saat ini, Nariyo mengaku belum ada agen travel yang melaporkan rencana perjalanan umrah. Artinya belum ada rencananya memberangkatkan, sebab setiap rencana keberangkatan harus dilaporkan ke Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang.

Saat ini agen travel untuk perjalanan ibadah umrah yang terdaftar di Tanjungpinang ada tujuh. Terdaftar sebagai Kantor Cabang. ”Dari tujuh itu ada satu yang terdaftar sebagai kantor pusat,” paparnya.

Sementara itu untuk kenaikan biaya umrah secara spesifik lebih diketahui oleh agen travel yang akan memberangkatkan jemaahnya. Kenaikan biaya dipastikan terjadi karena saat penumpang pesawat dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal.

”Otomatis naik, tapi yang paham teknisnya orang travel,” tambahnya.

Dalam KMA juga disampaikan karena status pemerintah Indonesia belum mencabut status dari pandemi Covid-19, sehingga perjalanan warganya ke luar negeri harus dilakukan secara hati-hati, selektif dan sesuai protokol kesehatan.(*/raw/jpg)