ILUSTRASI: Calon penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang diberi masker oleh petugas kepolisian, Kamis (30/1). F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Pemko Tanjungpinang mulai berlakukan sanksi denda Rp 50 ribu kepada pengendara yang tidak menggunakan masker. Hari pertama diberlakukan sanksi denda Rp 50 ribu itu dilakukan razia pada dua titik yaitu di perempatan jalan di samping Gedung Daerah dan pertigaan jalan depan Masjid Agung Al-Hikmah.

Pantauan Batam Pos, hingga pukul 11.06 WIB puluhan pengendara yang terjaring razia kembali didata oleh petugas gabungan. Ada yang langsung membayar Rp 50 ribu namun juga ada yang memilih sanksi sosial, memungut sampah dan membersihkan lingkungan sekitar lokasi razia.

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perundang Undang Daerah (PPUD) Satpol PP Tanjungpinang, Wambok Malilu mengatakan pihaknya mulai menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwako) nomor 44 tahun 2019.

”Dalam hal ini kami menegakan sanksi denda perorangan Rp 50 ribu atau sanksi sosial, karena teguran sudah diberikan saat sosialisasi sebelumnya,” kata Wambok, Senin (16/11).

Dari pantauannya kebanyakan yang melanggar lebih memilih sanksi denda, berdasarkan data sementara hingga pukul 11.00 WIB sudah terkumpul uang dari sanksi denda sekitar Rp 1,2 juta, artinya sudah lebih 20 orang yang membayar denda. ”Lebih banyak yang bayar, 20 orang sepertinya sudah ada,” ujarnya.

Sedangkan untuk sanksi sosial, para pelanggar diminta untuk membersihkan lingkungan atau memungut sampah di sekitaran fasilitas umum selama 60 menit. Razia itu akan dilaksanakan selama 30 hari hingga Desember 2020 mendatangkan.

”Sedangkan untuk pelaku usaha malam ini akan dilakukan pantauan,” sebutnya.

Ia menegaskan sanksi denda perorangan itu berlaku kelipatan, pelanggar yang tercatat dalam data base jika ditemukan kembali melanggar maka harus bayar Rp 100 ribu.

Pihaknya berharap dengan dimulainya sanksi denda itu masyarakat bisa lebih disiplin menggunakan masker saat keluar rumah.

”Kita bukan untuk menakutnakuti tapi meminta kesadaran masyarakat agar menggunakan masker saat keluar rumah, termasuk disiplin mencuci tangan dan menjaga jarak, ” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Ganet, Fahrul Razi, 22, yang terjaring razia memilih sanksi sosial. Ia mengaku buru-buru saat ingin menjemput temannya di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang sehingga lupa untuk menggunakan masker.

”Razia pagi ini saya tidak tahu, masker ada tapi tidak dipakai,” tuturnya.

Razi juga setuju dengan diterapkannya sanksi denda untuk memberi kesadaran dan efek jera kepada pelanggar. (*/jpg)