ilustrasi

PRO PINANG – Sembari menunggu balasan surat dari pihak Pertamina Medan terkait rencana penggunaan kartu kendali pembelian gas elpiji kemasan 3 Kilogram (Kg), Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, meminta warga yang merasa mampu tidak membeli gas subsidi tersebut.

”Yang merasa mampu janganlah membeli gas 3 Kg itu,” kata Rahma, Selasa (17/11).

Hingga saat ini, Dikatakan Rahma kelanjutan kartu kendali gas 3 Kg itu, Pemko Tanjungpinang masih menunggu balasan atas surat yang dikirimkan kepada pihak Pertamina Medan.

Rahma menegaskan kartu kendali untuk gas subsidi itu pasti akan diberlakukan. ”Targetnya kita ini kartu kendali ini secepat mungkin,” ujarnya.

Memang rencana itu sudah dipersiapkan sejak lama, namun karena didalamnya terdapat beberapa pihak sehingga regulasinya harus diselesaikan dan dipenuhi. Tujuannya agar tepat sasaran dan menghindari antrean panjang di sejumlah pangkalan.

”Ini upaya kita menghindari kelangkaan gas elpiji kemasan 3 Kg di Tanjungpinang,” ucapnya.

Gas elpiji kemasan 3 Kg itu diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, yang merasa tidak berhak atas itu, silahkan gunakan pilihan lain yaitu gas elpiji kemasan 5 Kg dan 12 Kg.

Rahma menyebutkan, pihaknya sudah menjadwalkan peluncuran kartu kendali itu pada Senin (9/11) lalu, namun karena ada beberapa hal yang belum terpenuhi sehingga pihaknya diminta menunggu.

”Insyaallah saya akan terus follow up sampai surat balasan itu keluar,” tambahnya.

Pantauan Batam Pos, hingga saat ini masih terjadi antrean panjang pada sejumlah pangkalan gas elpiji di Tanjungpinang, khususnya bagi masyarakat yang ingin mendapatkan gas elpiji kemasan 3 Kg. (*/jpg)