Kadisdik Kota Tanjungpinang, Atmadinata. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sebanyak 700 guru honorer sekolah negeri atau tenaga kependidikan di Tanjungpinang akan mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebesar Rp 1,8 Juta.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, Atmadinata mengatakan bantuan untuk para guru honorer atau non Aparatur Sipil Negara (ASN) itu akan dicairkan selama tiga bulan, dengan besaran Rp 600 ribu per bulannya.

”Itu untuk guru atau non ASN yang gajinya di bawah Rp 5 juta,” kata Atma kepada Harian Batam Pos, Senin (23/11).

Selain itu, lanjut Atma yang bersangkutan belum pernah mendapat program bantuan lain dari pemerintah, seperti BLT tingkat kota maupun Bantuan Sosial Tunai (BST).

Untuk guru honorer di Tanjungpinang saat ini tercatat lebih 700 orang, sedangkan untuk swasta Atma mengaku belum mendapat data karena dikelola oleh sekolah masing-masing.

”Yang non ASN di sekolah negeri ada sekitar 700 orang,” ujarnya.

Untuk mekanismenya, Atma menyampaikan pihak Kemendikbud mengambil data guru honorer langsung di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), artinya penerima bukan atas usulan dari Disdik Tanjungpinang.

”Termasuk guru swasta yang gajinya di bawah Rp 5 juta juga dapat, data mereka juga ditarik dari Dapodik,” ungkapnya.

Penerima nantinya akan dibuatkan nomor rekening, jika sudah terdaftar bisa cek di gtk.kendikbud.go.id dan datang bank yang ditunjuk untuk aktivasi nomor rekening dengan membawa e-KTP dan NPWP.

Untuk pelaksanaannya Atma menegaskan sepenuhnya dikelola oleh pusat, pihaknya hanya memberikan informasi kepada sekolah yang ada di Tanjungpinang. ”Proses penyaluran dana semua dilakukan oleh kementerian,” ucapnya.

Kemudian untuk mengatasi berbagai kendala yang terjadi, seperti belum terdaftar ke dalam Dapodik, Atma menyebutkan bahwa pihak Kemendikbud memperpanjang waktunya hingga 30 Juni 2021.

”Sedangkan untuk yang sudah terdaftar mulai November 2020 ini sudah mulai diproses,” tambahnya.(*/jpg)