Petugas Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang saat memantau tampungan air di sekitaran rumah warga, belum lama ini. (foto:humaspemko)

PRO PINANG – Musim hujan yang mengguyur Tanjungpinang sepekan belakangan, menjadi perhatian Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang. Ini disebabkan mulai terjadi peningkatan kasus Demam Berdarahn Dengue (DBD).

Kadinkes Dalduk KB Kota Tan jungpinang, Rustam menjelaskan sejak musim hujan me landa Tanjungpinang ada kecenderungan peningkatan kasus DBD pada November 2020. Terhitung hingga 16 November 2020 sudah ditemukan 25 kasus, yang paling banyak di Kelurahan Pinang Kencana sebanyak tujuh kasus.

”Sedangkan data satu bulan sebelumnya 25 kasus,” kata Rustam, Rabu (25/11).

Dijelaskan Rustam, selain kasus paling banyak di temukan di Kelurahan Pinang Kencana, di beberapa kelurahan lain juga ditemukan kasus DBD seperti Sei Jang, Batu Sembilan, Melayu Kota Piring (MKP) Kampung Bugis, dan Air Raja.

”Namun bukan berarti kelurahan lainnya tidak bisa tertular musim hujan tiba, waspadai tempat penampungan air,” ujar Rustam.

Kalau menampung air, Rustam mengimbau hendaknya ditutup agar tidak menjadi tempat nyamuk menempatkan telur karena dalam kurun waktu satu hingga dua pekan telur nyamuk sudah bisa menetas menjadi nyamuk dewasa.

”Jika tidak ditutup, kuras dan bersihkan minimal seminggu sekali dengan menyikat dindingnya, agar jika ada nyamuk yang menempatkan telurnya supaya tidak sempat menetas,” terangnya.

Jika tak sempat melakukan dua hal tersebut, kata Rustam pastikan tempat penampungan air tersebut diberikan serbuk abate yang membunuh jentik nyamuk untuk masa tiga bulan.

Sedangkan untuk warga yang hobi menanam bunga atau tanaman hias diimbau agar waspada dengan air yang tergenang di pot. ”Itu juga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk,” imbaunya.(*/raw/jpg)