Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Atmadinata. F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, Atmadinata menjelaskan Kota Tanjungpinang, berencana membuka belajar tatap muka bagi siswa SD, SMP di Tanjungpinang pada 4 Januari, setelah libur semester.

Namun itu bisa saja terjadi perubahan melihat situasi dan kondisi dilapangan terkait penyebaran pandemi Covid-19.

Untuk itu, Atma menekankan pihaknya sudah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) di sekolah. Yakni, menggunakan masker, membuat tempat cuci tangan, menyediakan alat ukur suhu tubuh, penyemprotan disinfektan.

SOP itu dijalankan dengan ketat, termasuk makanan dan minuman anak dibawa dari rumah serta saat menjemput anak orang tua juga mematuhi SOP yang diterapkan satuan tugas di sekolah tersebut.

”Karena saat menjemput anak, orang tua pasti akan berkerumun, harus diarahkan nanti oleh satgas sekolah,” pungkasnya.

Kemudian yang sangat penting saat anak sebelum berangkat sekolah orang tua yang bersangkutan harus memastikan kesehatan anaknya. Ditegaskan Atma, pihaknya tidak bisa diprediksi penyebaran Covid, pada awal 2021.

”Tidak ada yang bisa memprediksi keadaan penyebaran pada orang di Januari 2021 nanti,” ujar Atma.

Menurut Atma libur panjang pada 23 Desember 2020 mendatang dapat memicu peningkatan kasus, hal itu berdasarkan pengalaman pada libur Idul Fitri beberapa waktu lalu memilki korelasi terhadap penambahan kasus Covid-19 di Tanjungpinang.

Atma menyebutkan, pihaknya akan membuka sekolah pada 4 Januari 2021, namun jika ada yang mengatakan ada peningkatan kasus saat awal sekolah itu diakibatkan sekolah tatap muka, menurutnya itu berasal dari libur panjang sebelumnya bukan akibat sekolah tatap muka.

”Bukan karena sekolah tatap muka, karena gejala diketahui 14 hari setelah terpapar, itu tertular karena libur panjang. Tidak mungkin karena dua hari sekolah dikatakan klaster sekolah,” terangnya. (*/raw/jpg)