Petugas melakukan pendataan warga yang terjaring razia karena melanggar protokol kesehatan baru-baru ini. (foto:peri irawan/batampos)

PRO PINANG – Denda perorangan yang tidak menggunakan masker di Tanjungpinang, sudah terkumpul Rp 12 juta selama 10 hari penerapan sanksi. Razia penerapan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Disiplin protokol kesehatan (protkes) itu sudah dimulai sejak Senin (16/11) hingga Rabu (25/11) di berbagai titik yang dinilai rawan dilanggar oleh masyarakat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tanjungpinang, Hantoni menjelaskan hingga Rabu (25/11), tercatat pelanggaran yang terjaring 398 orang.

Dari jumlah itu yang membayar denda administrasi sebanyak 240 orang dan yang memilih sanksi sosial 158 orang. “Bisa dikalikan 250 orang masing-masing Rp 50 ribu, terkumpul sekitar Rp 12 juta,” kata Hantoni, Kamis (26/11).

Kemudian, dari total yang terjaring terdapat dua pelaku usaha yang diberi peringatan tertulis, jika melakukan pelanggaran ke dua akan dikenakan sanksi denda Rp 150 ribu pelanggaran ke tiga izin usahanya dicabut sementara 14 hari sedangkan peringatan ke empat akan dicabut izinnya.

“Untuk pelaku usaha ada empat kali teguran, ke empat kita lakukan koordinasi dengan dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),” paparnya.

Saat malam hari, kata Hantoni pihaknya melakukan razia di tempat usaha sekaligus razia perorangan, namun sasaran utama adalah pelaku usaha. Dua pelaku usaha yang ditemukan melanggar Perwako adalah usaha Warung Internet (Warnet).

“Usaha lain seperti kedai kopi belum, nanti kita arahkan ke sana juga,” ujar Hantoni.

Tempat usaha yang disebut melanggar ketika tidak menyiapkan Protkes seperti tempat mencuci tangan, tidak memberi jarak, termasuk melihat pengunjung dan pelaku usaha yang tidak menggunakan masker.

“Padahal sudah jelas diatur dalam Perwako senantiasa menerapkan kebiasaan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tambahnya.(*/raw/jpg)