Petugas melakukan pendataan warga yang terjaring razia karena melanggar protokol kesehatan baru-baru ini. (foto:peri irawan/batampos)

PRO PINANG – Kesadaran menggunakan masker bagi masyarakat di Tanjungpinang saat beraktivitas di luar rumah masih rendah. Hal itu terbukti saat tim yustisi melakukan razia penerapan peraturan wali kota (Perwako) nomor 44 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan upaya pencegahan pengendalian Covid-19 di Tanjungpinang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tanjungpinang, Hantoni menyampaikan dua pekan pelaksanaan razia masih banyak masyarakat yang terjaring karena tidak bermasker.

”Rata-rata satu hari lebih 30 orang yang terjaring tidak menggunakan masker,” kata Hantoni usai razia di Pertigaan Lampu Merah Bintan Center, Sabtu (28/11) kemarin.

Selama dua pekan razia dilakukan total perorangan yang terkena denda administrasi Rp 50 ribu sebanyak 280 orang dan 177 orang yang terkena denda sosial, total mencapai 450 pelanggar. ”Denda yang terkumpul sekitar Rp 14 juta,” ungkapnya.

Menurutnya Hantoni, saat ini kesadaran dari masyarakat untuk patuh menggunakan masker itu masih rendah, karena terbukti saat razia dilakukan masih banyak yang terjaring, padahal sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi secara masif.

”Perwako nomor 44 ini sudah kita sosialisasikan selama satu bulan lebih sebelumnya, kami menilai itu sudah cukup makanya dilakukan penindakan,” ujarnya.

Razia itu akan terus dilakukan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk mewujudkan pilkada sehat.

Kata Hantoni untuk memerangi pandemi Covid-19 itu tidak akan bisa jika dilakukan oleh petugas, namun dibutuhkan kerja sama yang baik dengan masyarakat Tanjungpinang.

”Jika hanya petugas yang terus mengajak dan melakukan razia sementara masyarakat tidak kunjung sadar, saya rasa tidak akan efektif,” tambahnya. (*/raw/jpg)